Minggu, 26 Agustus 2012

kota palu


Kota Palu Produsen Utama Kakao dan Rumput Laut


Komoditas Yang Memberi Kontribusi Bagi Pendapatan Kota Palu
Potensi sumber daya alam Kota Palu sangat besar terutama pada sektor perkebunan dan kelautan. Komoditas utamanya adalah kakao dan rumput laut. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada dua komoditas utama ini. Dari jumlah penduduk 300 ribu jiwa, sebanyak 750 orang bekerja di kedua sektor ini. Kota Palu merupakan wilayah pesisir teluk dengan posisi sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Total luas lahan kota ini adalah 39.506 hektar. Wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 4 kecamatan dan 43 kelurahan. Topografi lahan terbagi dalam tiga zona ketinggian, yaitu dataran rendah atau pantai sepanjang arah utara ke selatan dan bagian timur ke utara, perbukitan di bagian sisi barat dan selatan, pegunungan dengan tingkat kemiringan tanah sekitar 5-400. Kakao merupakan komoditas yang paling banyak memberi kontribusi bagi pendapatan Kota Palu. Kakao sudah diekspor ke Malaysia, Singapura, Eropa, dan Amerika. Jumlah ekspor kakao Kota Palu per tahun mencapai 120-180 ribu ton. Jumlah tersebut mencapai sekitar sepertiga dari jumlah produksi kakao nasional yang mencapai sekitar 450 ribu ton per tahun. Ke depan, Kota Palu berencana akan membangun laboratorium dan kebun bibit kakao. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukannya bibit kakao varietas BPO7. Dengan bibit varietas ini, pohon kakao dapat dipetik buahnya ketika berumur 18 bulan, dari biasanya 3-4 tahun. Selain itu untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang mengolahnya, pemerintah Kota Palu membangun Sekolah Menengah Kejuruan di bidang kakao. Potensi komoditas lain yang menjadi keunggulan Kota Palu adalah rumput laut. Saat ini diperkirakan sekitar 300 hektar lahan yang digunakan untuk pembudidayaan rumput laut. Luas lahan ini berdasarkan panjang garis pantai Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 4.300 km sedangkan panjang garis pantai kota Palu adalah 42 km. Perhitungan potensi rumput laut basah yang bisa diperoleh dari sekitar 1 hektar lahan adalah 200 ribu ton per tahun. Rumput laut akan menyusut menjadi 28 ribu ton per hektar per tahun. Harga jual rumput laut Rp 4.000/kg. Setiap hektar bisa diperoleh pendapatan sebesar Rp. 11,2 miliar per tahun. Jika dihitung dengan potensi luas lahan 300 hektar, berarti dapat diperoleh pendapatan Rp. 3,360 triliun per tahun. Semua hasil produksi, sesuai kebijakan hanya dibuat setengah jadi. Misalnya kakao dan rumput laut dibuat dalam bentuk tepung. Komoditas ini kemudian dikirim ke pabrik pengolahan di Pulau Jawa untuk dikembangkan menjadi berbagai macam produk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar