Model dan Desain Produk Rotan Kota Palu
Desain Ergonomi Terus Dikembangkan
PALU-Model dan desain produk mebel dengan bahan baku utama rotan tidak
hanya mengutamakan fungsi. Tapi kenyamanan dalam penggunaannya
kini juga menjadi prioritas untuk pembuatan mebel rotan seperti meja
dan kursi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Ergonomi.Desain
ergonomi kini terus dikembangkan oleh industri mebel rotan, seperti yang
dilakukan Bamba Rattan. Selain melayani order, usaha pembuatan mebel
rotan di jalan Setia Budi ini terus berinovasi, yakni dengan menciptakan
desain-desain ergonomi baru. Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab
tuntutan pasar, yang tumbuh dinamis. “Masih ada beberapa set pesanan
meja dan kursi saya selesaikan.
Saya
juga sedang membuat beberapa desain ergonomi baru,” ujar, Kamardin,
pengelola Bamba Rattan, kemarin. Kamardin mengakui, selama ini membuat
desain-desain baru meja dan kursi. Desain-desain baru ini mendapat
respons yang sangat positif. Konsumennya rata-rata kalangan ekonomi
menengah ke atas dan pejabat-pejabat di daerah ini. “Untuk satu model
biasanya saya buat hanya dua unit saja. Selanjutnya, saya bikin model
yang baru lagi supaya konsumen tidak bosan,” ungkapnya. Kamardin
menceritakan, membuat sebuah produk mebel dengan desain dan model baru
membutuhkan waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya yang cukup, khususnya
untuk pembelian bahan baku. Bila hasil produk belum memuaskan ia belum
berani ‘melempar’ ke pasaran. Harga jual untuk setiap set kursi rotan
disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan bahan baku yang digunakan.
“Kalau belum puas, biasanya saya bongkar lagi. Nanti betul-betul bagus
baru saya berani pajang di kegiatan-kegiatan pameran. Biasanya, kalau
saya pajang di pameran-pameran langsung terjual,” ungkapnya. “Ini
sekarang saya membuat meja dan kursi yang nantinya akan dipajang di
acara pameran Harganas,” sebutnya. Soal bahan baku, Kamardin mengaku
selama ini belum sulit untuk mendapatkannya. Rotan polish dan vitrid
bisa didapatkan di pabrik-pabrik pengolahan rotan dengan harga yang
relatif sangat terjangkau. Ia mencontohkan, untuk rotan polish masih
bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp4.500 per kilogram.