Senin, 26 November 2012
Minggu, 26 Agustus 2012
Model dan Desain Produk Rotan Kota Palu
Desain Ergonomi Terus Dikembangkan
PALU-Model dan desain produk mebel dengan bahan baku utama rotan tidak
hanya mengutamakan fungsi. Tapi kenyamanan dalam penggunaannya
kini juga menjadi prioritas untuk pembuatan mebel rotan seperti meja
dan kursi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Ergonomi.Desain
ergonomi kini terus dikembangkan oleh industri mebel rotan, seperti yang
dilakukan Bamba Rattan. Selain melayani order, usaha pembuatan mebel
rotan di jalan Setia Budi ini terus berinovasi, yakni dengan menciptakan
desain-desain ergonomi baru. Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab
tuntutan pasar, yang tumbuh dinamis. “Masih ada beberapa set pesanan
meja dan kursi saya selesaikan.
Saya
juga sedang membuat beberapa desain ergonomi baru,” ujar, Kamardin,
pengelola Bamba Rattan, kemarin. Kamardin mengakui, selama ini membuat
desain-desain baru meja dan kursi. Desain-desain baru ini mendapat
respons yang sangat positif. Konsumennya rata-rata kalangan ekonomi
menengah ke atas dan pejabat-pejabat di daerah ini. “Untuk satu model
biasanya saya buat hanya dua unit saja. Selanjutnya, saya bikin model
yang baru lagi supaya konsumen tidak bosan,” ungkapnya. Kamardin
menceritakan, membuat sebuah produk mebel dengan desain dan model baru
membutuhkan waktu, tenaga, pikiran dan juga biaya yang cukup, khususnya
untuk pembelian bahan baku. Bila hasil produk belum memuaskan ia belum
berani ‘melempar’ ke pasaran. Harga jual untuk setiap set kursi rotan
disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan bahan baku yang digunakan.
“Kalau belum puas, biasanya saya bongkar lagi. Nanti betul-betul bagus
baru saya berani pajang di kegiatan-kegiatan pameran. Biasanya, kalau
saya pajang di pameran-pameran langsung terjual,” ungkapnya. “Ini
sekarang saya membuat meja dan kursi yang nantinya akan dipajang di
acara pameran Harganas,” sebutnya. Soal bahan baku, Kamardin mengaku
selama ini belum sulit untuk mendapatkannya. Rotan polish dan vitrid
bisa didapatkan di pabrik-pabrik pengolahan rotan dengan harga yang
relatif sangat terjangkau. Ia mencontohkan, untuk rotan polish masih
bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp4.500 per kilogram.
kota palu
Kota Palu Produsen Utama Kakao dan Rumput Laut
Komoditas Yang Memberi Kontribusi Bagi Pendapatan Kota Palu
Potensi
sumber daya alam Kota Palu sangat besar terutama pada sektor perkebunan
dan kelautan. Komoditas utamanya adalah kakao dan rumput laut. Sebagian
besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada dua komoditas utama
ini. Dari jumlah penduduk 300 ribu jiwa, sebanyak 750 orang bekerja di
kedua sektor ini. Kota Palu merupakan wilayah pesisir teluk dengan
posisi sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Total luas lahan kota
ini adalah 39.506 hektar. Wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas
4 kecamatan dan 43 kelurahan. Topografi lahan terbagi dalam tiga zona
ketinggian, yaitu dataran rendah atau pantai sepanjang arah utara ke
selatan dan bagian timur ke utara, perbukitan di bagian sisi barat dan
selatan, pegunungan dengan tingkat kemiringan tanah sekitar 5-400. Kakao
merupakan komoditas yang paling banyak memberi kontribusi bagi
pendapatan Kota Palu. Kakao sudah diekspor ke Malaysia, Singapura,
Eropa, dan Amerika. Jumlah ekspor kakao Kota Palu per tahun mencapai
120-180 ribu ton. Jumlah tersebut mencapai sekitar sepertiga dari jumlah
produksi kakao nasional yang mencapai sekitar 450 ribu ton per tahun.
Ke depan, Kota Palu berencana akan membangun laboratorium dan kebun
bibit kakao. Dari penelitian yang sudah dilakukan, ditemukannya bibit
kakao varietas BPO7. Dengan bibit varietas ini, pohon kakao dapat
dipetik buahnya ketika berumur 18 bulan, dari biasanya 3-4 tahun. Selain
itu untuk meningkatkan sumberdaya manusia yang mengolahnya, pemerintah
Kota Palu membangun Sekolah Menengah Kejuruan di bidang kakao. Potensi
komoditas lain yang menjadi keunggulan Kota Palu adalah rumput laut.
Saat ini diperkirakan sekitar 300 hektar lahan yang digunakan untuk
pembudidayaan rumput laut. Luas lahan ini berdasarkan panjang garis
pantai Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai 4.300 km sedangkan panjang
garis pantai kota Palu adalah 42 km. Perhitungan potensi rumput laut
basah yang bisa diperoleh dari sekitar 1 hektar lahan adalah 200 ribu
ton per tahun. Rumput laut akan menyusut menjadi 28 ribu ton per hektar
per tahun. Harga jual rumput laut Rp 4.000/kg. Setiap hektar bisa
diperoleh pendapatan sebesar Rp. 11,2 miliar per tahun. Jika dihitung
dengan potensi luas lahan 300 hektar, berarti dapat diperoleh pendapatan
Rp. 3,360 triliun per tahun. Semua hasil produksi, sesuai kebijakan
hanya dibuat setengah jadi. Misalnya kakao dan rumput laut dibuat dalam
bentuk tepung. Komoditas ini kemudian dikirim ke pabrik pengolahan di
Pulau Jawa untuk dikembangkan menjadi berbagai macam produk.
Selasa, 31 Juli 2012
Diklat
Konsultan Diagnosis IKM (Shindanshi)
Konsultan Diagnosis IKM (Shindanshi)
adalah perorangan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan sudah tercatat
di Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk memberikan jasa
konsultansi IKM.
Kegiatan Konsultan Diagnosis IKM:
- Melakukan kegiatan analisis dan diagnosis menyeluruh terhadap permasalahan perusahaan IKM.
- Melakukan kegiatan analisis lebih mendalam terhadap aspek tertentu dari hasil diagnosis Konsultan Diagnosis IKM.
Para Konsultan Diagnosis IKM yang
telah terdata oleh Direktorat Jenderal IKM akan diberikan Kartu Tanda Pengenal
Konsultan IKM (KTPK IKM). Masa berlaku KTPK IKM ini disesuaikan dengan
masa berlaku sertifikat kompetensi Konsultan Diagnosis IKM.
Penelitian “Pengembangan Sumber Daya
Manusia untuk UKM-UKM Industri Manufaktur di Indonesia” yang disusun oleh Japan
International Cooperation Agency (JICA) tahun 2004 terhadap 263 perusahaan yang
bergerak sebagai industri pendukung di daerah Jakarta, Surabaya, Semarang, dan
Bandung diperoleh hasil 52,5% responden mengikutsertakan pegawainya pada
program pelatihan di luar perusahaan mereka. Dari keseluruhan responden, 55%
lebih memprioritaskan pengembangan SDM dalam menguasai teknik pengendalian
produksi dan manajemen teknologi.
Hasil penelitian tersebut dijadikan
oleh JICA sebagai rekomendasi untuk pengembangan SDM IKM di Indonesia.
Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (DJ-IKM) telah menyusun rencana
kerja JICA Expert (Planning of HRD for SME Promotion) yang salah satu area
kerjanya adalah mendukung Kementerian Perindustrian mengoperasikan “Model
Training Course”.
Model Training Course yang diimplementasikan
oleh Kementerian Perindustrian adalah Diklat Pengembangan Jasa Konsultansi
Industri Kecil & Menengah (Shindanshi) sejak tahun 2006. Sampai saat ini
telah tersebar 361 orang alumni diklat ini di Propinsi/Kabupaten/Kota di
seluruh Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)







